Muslim dan tatanan esoterik baru

Muslim dan esoterik baru, memerintah dunia yang berakibat dan penghilangan tragis Kekhalifahan, menjadi sebuah klaster bangsa-bangsa yang terpisah dengan benderanya sendiri-sendiri, konstitusi dan bank sentral. Tidak satupun dari kenyataan-kenyataan ini diterima dalam Islam. Setiap satu dari konstitusi-konstitusi ini, menyertakan konstitusi Islam, adalah sebuah penerangan kepada Islam. Setiap kali sebuah bank beroperasi di tanah Muslim adalah pengingat pernyataan perang yang Allah telah nyatakan di Qur’an melawan para pelaku riba. Dalam keadaan ini Islam yang telah direformasi telah berhasil menjaga status quo selama hampir seratusan tahun.

Setiap Muslim mengetahui bahwa riba adalah haram. Jadi, seperti halnya para reformis kristen, beberapa reformis Muslim dengan bantuan para kafir terdidik merubah definisi riba. Mereka meninggalkan madzhab tradisional, mereka menemukan madzhab baru, dan sebagian berdasarkan pragmatisme, mereka menemukan suatu hal yang sebelumnya tidak terpikirkan: bank Islam. Akibatnya, sambil mengkritik kapitalisme, mereka memeluknya dengan dukungan agama. Semua hukum dan metode baru ‘mereformasi Islam’ adalah berselisih dengan Islam. Mereka adalah penyimpangan dalam bentuk fundamentalisme, yaitu fundamentalis kapitalisme. Mereka telah melakukan hal yang tidak seorangpun kafir berani melakukan: merubah Hukum Islam supaya dapat menerima bank. Hal ini dimungkinkan karena fundamentalisme berhutang lebih banyak kepada freemasonri ketimbang Hukum Islam: tokoh itu adalah Rashid Reda, diinspirasi oleh ‘Abduh yang membentuk reformis Islam, bukan Ibnu Taymiyyah. Meskipun pengawasannya pada aspek fundamental Deen, Ibnu Taymiyyah bukanlah reformis, dan dia tidak akan pernah mengizinkan bank Islam atau negara Saudi berdiri.

Sementara itu kapitalisme dunia berlanjut berevolusi menuju negara dunia. Adapun persiapannya melibatkan isu-isu ekonomi dan politik dan juga agama. Para reformis itu telah merubah Islam untuk menerima kapitalisme, tampak sama bersemangat untuk merubah Islam lebih jauh guna mendefinisikan ulang Islam bersamaan dengan toleransi, hak asasi manusia dan prinsip-prinsip lain dari agama esoterik baru.

Kekuatan ekumenikal dari agama esoterik ini telah berhasil menyatukan beberapa sekte yang tak terdamaikan dari Islam. Apakah reformis esoteris atau, menggunakan ungkapan Titus Burckhardt, ‘mereka yang tidak melihat melampaui cakrawala eksoterisme’, ada banyak orang yang telah menyerah pada kekuatan memikat PBB. Di mana lagi anda akan menemukan eksoterik yang disebut Salafi dan esoterik yang disebut Sufi, yang konon menghina satu sama lain, dan dengan rasa persaudaraan, datang bersama-sama ke suatu kumpulan? Persaudaraan yang menyatukan mereka bersama bukanlah persaudaraan Islam tetapi 'persaudaraan umat manusia' didukung oleh freemasonri, kaum penganut baha'i dan PBB. Ketika tiba kepada kumpulan kapitalisme dan PBB, mereka saling akur satu sama lain.

Bagaimana bisa Rabitah yang berbicara tentang bid'ah sambil secara terbuka mendukung PBB dan inisiatif-inisiatif kafirnya? Bagaimana merefleksikan organisasi yang dibiayai oleh atau selaras dengan organisasi wahhabi ini? Adalah hal yang diketahui bahwa generasi terakhir Ikhwanul Muslimin dan Jamaatul Islamiyah juga bersemangat dalam dialog antar agama dan forumnya. Mereka secara menghina ‘mendefinisikan ulang’ Islam sebagai toleran dan kini mereka menemukan hak asasi manusia ala Islam, dan lain-lain. Apa yang terjadi kepada proyeknya para modernis? Kegagalan ini untuk memahami baik Islam dan dinamika kafir dunia bermakna bahwa kapitalisme dapat bergerak maju mencapai tujuannya, yaitu negara dunia, sementara sejumlah besar Muslim terpesona oleh hak asasi manusia Islamnya modernis dan bank Islamnya. Buku ini akan menunjukkan akar gerakan yang datang dari freemasonri esoterik.

Mereka berencana dan Allah juga berencana. Allah menyatakan perang kepada kapitalisme, dan itu berarti bahwa bank, negara, konstitusi mereka, hak asasi manusia, piagam PBB dan Inisiatif Pengatuan Agama-agama akan binasa, tetapi Allah tidak akan binasa. Dan itu juga berarti bahwa di samping ikon ini, fundamentalisme eksoteris / esoteris yang telah menghancurkan Islam selama seratus tahun akan binasa. Ketika yang Hak dihadirkan, yang batil akan musnah.

Sebagai kekuatan yang memimpin perlawanan terhadap kapitalisme di abad ini, Islam akan menjadi agama yang membangunkan dunia. Karena orang akan dibebaskan dari penjara linguistik dan struktur fisik yang diciptakan oleh ahli ekonomi, Islam akan melepaskan kehebohan kolektif terhadap para bankir. Waktunya telah tiba ketika orang-orang tidak lagi terpesona oleh frase seperti ‘persaudaraan umat manusia’ yang berfungsi untuk menyembunyikan skema menghancurkan terbaru dari pemodal riba. Orang-orang akan tahu kelas politisi diadakan untuk menutupi kejahatan kelas elit ekonomi. Dalam tahun-tahun mendatang, elit ekonomi diketahui, nama-nama mereka akan dikenal, kegiatan-kegiatan mereka akan diungkap dan dikutuk.

Ada generasi baru Muslim yang hidupnya tidak berhubungan dengan Hasan al-Banna atau Maududi. Mereka hidup di dunia yang di tahun 1950 tidak bisa melakukan apa-apa. Dunia baru ini secara cepat mengarah menuju negara dunia. Negara dunia ini adalah tantangan kita. Negara dunia akan mengklaim atas nama ‘persaudaraan umat manusia’ sehingga perdamaian akan memerintah selamanya, walaupun kenyataannya mereka akan menjadi polisi dunia dengan cara yang tidak pernah dipraktekkan oleh tiran manapun sebelumnya. Mereka akan berkata krisis akan selalu berulang setelah krisis monumental sekarang, tetapi kenyataannya mereka mendirikan Bank Sentral Dunia | World Central Bank dan mengeluarkan uang kertas dunia yang merubah semua krisis kepada pemajakan dan inflasi (yang juga suatu pajak). Yang menerima hal ini akan disebut toleran dan pengikut agama yang baik. Sedangkan yang melawan akan disebut penjahat kriminal. Padahal tindakan mereka adalah kejahatan itu sendiri.

Islam adalah satu-satunya yang menawarkan jalan keluar yang sudah terbukti untuk keluar dari kapitalisme/kufr, karenanya hanya ada satu kekuatan untuk melawan, yang dalam istilah praktis disebut negara dunia. Perlawanan saat ini baru bisa dihitung dengan jari tapi akan menjadi jutaan perlawanan nanti, akan mendukung Islam, karena Allah menyertakan bersama negara dunia, petunjuk jelas bagi masyarakat yang cerdas untuk memahami. Jika riba masih belum jelas sebagai kejahatan, maka akan segera menjadi jelas. Jika kapitalisme masih belum terlihat sebagai sistem kriminal, maka akan segera terlihat. Allah adalah Maha Kuasa. Tidak ada kemenangan kecuali dengan Allah.