Politik esoterik — PBB

Besarnya skala gerakan esoterik adalah sebesar organisasi PBB. Seluruh dunia telah menjadi prototipe esoterik yang melampaui apa yang tersisa dari agama. Di mata banyak orang, Islam juga harus menyerah pada tirani kafir toleransi dan filosofi hak asasi manusia. Ini adalah tingkat sebenarnya dari esoterisisme. Namun Islam tidak dapat mengakomodasi kepentingan kufr dan menerima hak asasi manusia.

Bagi kebanyakan orang, mengikuti tatanan esoteris PBB adalah keputusan pasif direndahkan menjadi voting dalam pemilu. Bagi kebanyakan negara Muslim bentukan, setelah keruntuhan Kekhalifahan, menerima satu-satunya tatanan yang ditawarkan kepada mereka. Warga negara mereka menerima hal tersebut dengan kepatuhan. Tetapi supaya sistem ini dapat bekerja membutuhkan, setiap begitu sering, tantangan tertentu seperti itu ditawarkan bagi orang-orang yang cenderung berfikir atau memberontak dalam cara di luar kebiasaan. Tanpa Islam sebagai suatu model, setiap tantangan kepada sistem tersebut diikat untuk menjadi suatu pseudo-intelektual atau kegagalan pseudo-religius selalu sejajar dengan hal-hal fundamental dari masyarakat ini.

Berbagai macam kelompok esoteris telah berkembang di abad terakhir ini. Mereka memiliki perbedaan dan terkadang berlawanan satu sama lain tetapi mereka juga memiliki sejumlah hal yang disepakati bersama. Beberapa kelompok mistis ada di dalam garis pengetahuan rahasia, dibatasi kepada sejumlah kecil terpilih (anggota mereka sendiri), dan sebagiannya menambahkan ide Master rahasia (seperti Great White Brotherhood atau yang semisalnya). Beberapa kelompok mason atau yang menyerupai mason dapat digambarkan sebagai okult (tersembunyi), esoterik (dalam artian ‘hanya untuk diprakarsai’) atau bersifat hermetik (setelah Hermes Trismegistus, tetapi juga mengimplikasikan ‘tersegel’), sementara beberapa kelompok pragmatis dan humanis puas dengan merendahkan agama sebagai alat untuk mem-puritankan yang mendukung sistem politik dan ekonomi sebagaimana yang terjadi sekarang ini. Ini adalah orang-orang yang dalam Islam telah mendukung ‘islamisasi’, yakni bank Islam.

Filosofi mereka layaknya uang fiat mereka. Kata fiat berasal dari Latin, yang bermakna biarkan hal itu dilakukan, tetapi di Amerika uang fiat bermakna uang kertas yang tidak dapat dikembalikan dibuat menjadi legal tender oleh dekrit pemerintah. Apa yang luar biasa mengenai gerakan esoterik adalah bahwa, untuk semua pandangan menakjubkan mereka tentang dunia dan apa yang di luar itu, mereka gagal memahami kejahatan yang sangat dekat dengan mereka. Mereka mengaku melihat di luar kemampuan manusia lainnya, memahami rahasia dunia dan juga untuk mempertahankan bentuk paling murni dari keadilan namun menerima kejahatan paling menonjol yang pernah disaksikan dunia meskipun diharamkan oleh semua agama: sistem perbankan. Sementara kita tidak dapat menyalahkan kafir untuk hal itu karena kafir tidak memiliki Hukum apapun, hal itu tidak dapat diterima bagi Muslim. Selama seratus tahun segerombolan Muslim yang meniru-niru ulama telah menerima kejahatan ini dengan mempercayainya begitu saja.

PBB dan esoterisisme

Alice Bailey menulis:

“Tatanan dunia saat ini (yang begitu luasnya tidak tertata) dapat menjadi begitu termodifikasi dan berubah sehingga tatanan dunia baru dan ras baru manusia dapat secara bertahap mewujud.

...Dalam majelis PBB, walaupun tidak dalam Dewan Keamanan; Dia [the Anti-Christ] ada di sana membangkitkan suatu keinginan menyatu yang bertumbuh secara perlahan.”

Waktu telah semakin menunjukkan peran PBB sebagai organisasi esoterik penuh semangat. PBB terlibat jauh dalam gerakan esoterik paling radikal yang menyerukan filosofi ‘satu dunia, satu agama’. Hubungan antara PBB dan esoterisisme memiliki banyak sudut. Misalnya, sudah diketahui pejabat PBB berkedudukan tinggi juga penggerak dari ‘Spiritualitas baru’ atau ajaran jaman baru. Ideologi jaman baru juga terhubung kepada freemasonry. Sejak tahun enampuluhan pendiri loge Ritus Skotlandia di Amerika, organisasi masonik terbesar, yang diciptakan di Charleston (Carolina selatan), telah menerbitkan majalah The New Age. Jaman baru dengan cepat telah menjadi suatu subjek persoalan dalam budaya Barat dan suatu bagian wajib di kebanyakan toko buku di seluruh dunia. Di banyak bangsa Arab buku mengenai Tasawwuf telah lenyap dan digantikan oleh buku jaman baru, tanpa pemahaman yang jelas tentang apa artinya. Visi zaman baru adalah bahwa dari satu dunia pan-organised dan satu agama dunia dibumbui oleh filsafat okultis dan evolusi dan simbolisme alkimia yang kuat.

Seorang Okultis dan ‘channeller’ yang terkenal (‘channelling’ bermakna membawa pewahyuan dogmatis dari makhluk roh), Dr. Robert Muller, yang merupakan seorang Asisten Sekertaris Jenderal di PBB sampai baru-baru ini, menulis dalam salah satu dari buku-bukunya: “Teilhard [de Chardin] selalu memandang PBB sebagai perwujudan institusi progresif dari filosofinya.” Teilhard de Chardin adalah seorang guru dari ‘Spiritualitas baru’. Dia secara ketat menerapkan paham monisme nya, filosofi evolusioner bagi situasi politis dunia, mengarahkan dia untuk mendukung visi pemerintahan satu-dunia. Dalam bukunya The Future of Man, dia menulis:

“Meskipun bentuk nya belum dapat dilihat, umat manusia besok akan terbangunkan kepada sebuah dunia ‘pan-organized’.” Tujuh tahun setelah kelahiran PBB, sebuah buku diterbitkan oleh seorang teosofis dan pendiri the Lucis Trust, Alice Bailey, yang mengklaim bahwa:

“Bukti pertumbuhan kecerdasan manusia sepanjang garis reseptif dibutuhkan [untuk persiapan zaman baru] bisa dilihat dalam "perencanaan" dari berbagai bangsa dan dalam upaya PBB untuk merumuskan rencana dunia... Dalam PBB ada benih dan bibit meditasi internasional besar, kelompok reflektif — sekelompok orang-orang pria dan wanita dengan pemikiran dan informasi yang di tangan mereka terletak nasib umat manusia. Hal ini secara luas di bawah kendali dari banyak murid ray keempat, jika anda dapat tetapi menyadarinya, dan poin dari fokus meditatif mereka adalah intuisional atau buddhic plane — plane yang dengannya semua aktifitas hierakis adalah untuk saat ini untuk ditemukan.”

Dua sekjen PBB, Dag Hammarskjöld (menjabat: 1953-1961) dan U Thant (menjabat: 1961-1971), dan satu Asisten Sekertaris Jenderal, Dr. Robert Muller memiliki hubungan okultis. Dalam sebuah buku yang diedit oleh Robert Muller yang ditulis untuk merayakan filosofinya Teilhard de Chardin, diwahyukan bahwa “Dag Hammarskjöld, seorang ekonom Nordic yang rasional, menjabat di akhir hidupnya bahwa spriritualitas adalah kunci terakhir bagi takdir bumi kita dalam waktu dan tempat.” Apa yang ‘spiritualitas’ lakukan dan Dag Hammarskjöld anjurkan? Sebuah leaflet tentang Ruang Meditasi PBB ditulis di bawah arahannya menyatakan bahwa altar lodestone yang mengerikan di dalamnya “didedikasikan kepada Tuhan yang disembah manusia dengan banyak nama dan dalam banyak bentuk.” Gagasan sinkretistik ini yang secara khas memiliki akar freemasonri, sekarang merupakan fakta yang diterima. Tahun 1973, Sekjen PBB U Thant membentuk organisasi ‘Planetary Citizens’ dengan aktifis jaman baru Donald Keys yang dikhususkan untuk menyebarkan gnostisisme baru. Sejak awal, hal ini telah tumbuh menjadi sebuah organisasi global yang secara spesifik “dikhususkan untuk mempersiapkan manusia menyambut kedatangan budaya baru.”

Dalam suatu koneksi yang mengungkap, Donald Keys telah secara aktif terlibat di Komunitas Findhorn jaman baru di Skotlandia dan menulis secara tetap untuk majalahnya One Earth. Pada satu kesempatan seperti, di permulaan tahun 1980-an Donald Keys menulis:

“Kelompok jaman baru sedang berfokus dan memasuki tahapan baru — tahapan terkait dunia. Mereka menjadi cukup matang untuk mulai memikul beberapa muatan beban kemanusiaan... Penyebaran nilai Jaman Baru sebagai “ragi” pemersatu dalam roti manusia dapat menjadi bahan kritis bagi timbulnya keberhasilan dari tahun 1980-an... Tanpa meragukannya [jaman baru] akan memiliki dampak besar ke seluruh dunia di atas kandungan nilai dari pemerintahan dan cara hidup yang hidup.”

Dr. Robert Muller juga menyorot hubungan PBB dengan Spiritualitas baru. Dia menulis ulang bab pertama dari Buku alkitab dan Kejadian (genesis) untuk membuatnya merujuk kepada pembentukan PBB. Dengan judul ‘The New Genesis’, ayat pertama menyatakan: “Dan Tuhan melihat bahwa semua bangsa di bumi, hitam dan putih, kaya dan miskin, dari Utara ke Selatan, dari Timur dan Barat, dan dari semua kepercayaan yang mengirimkan utusannya ke rumah gelas tinggi [yaitu markas PBB] di tepi Sungai Matahari Terbit, di Pulau Manhattan, untuk berdiri bersama, untuk berfikir bersama, dan untuk peduli bersama bagi dunia dan semua orangnya. Dan Tuhan berkata: “Itu bagus.” dan saat itu adalah hari pertama Jaman Baru dari bumi ini.”

Dia telah menganjurkan peran langsung bagi PBB dalam penciptaan hukum-hukum spiritual baru:

“...Robert Muller... berkata, ‘Waktunya telah tiba untuk memperoleh kedamaian di atas planet ini...Piagam PBB harus dilengkapi dengan piagam hukum spiritual...”’

Di buku Dr. Muller’s yang lain, Memutuskan untuk Menjadi, kita melihat filosofi jaman baru secara sempurna berangkat. Satu bagian yang tepat mendemonstrasikan dorongan spiritual yang nyata di belakang PBB yang berbunyi:

“Putuskanlah untuk membuka dirimu sendiri kepada Tuhan, bagi Alam Semesta, bagi semua saudara-saudaramu yang laki-laki dan yang perempuan, bagi lubuk hatimu sendiri...bagi potensial ras manusia, bagi lubuk hatimu yang tidak terbatas, dan anda akan menjadi alam semesta...anda akan menjadi tidak terbatas dan anda akan menjadi pada akhirnya yang nyata dari dirimu, istimewa, menakjubkan.”

Sejak pertengahan 1980-an telah ada kebingungan tertentu dari aktifitas Spiritualitas Baru pada bagian anggota PBB untuk mengaktifkan pengaruh global potensialnya. Hal ini muncul ke permukaan awalnya dalam rangkaian hari ‘Meditasi Kedamaian’ yang disponsori oleh PBB yang dibentuk oleh keragaman selebriti yang simpatik kepada ideologi jaman baru. Dua hari meditasi kedamaian ini dirancang untuk membingkai ‘First Earth Run’ nya PBB yang dimulai pada 16 September 1986 sebagai nyala obor yang dilewatkan dari tangan ke tangan di seluruh dunia, memuncak pada 31 Desember 1986 ketika obor itu menyulut ‘eternal flame’ di markas PBB di New York. Meditasi kedamaian pertama disebut ‘The Million Minutes of Peace Appeal’, sementara yang kedua diberi nama ‘The World Instant of Cooperation’.

Walaupun hal yang demikian disembunyikan dari khalayak ramai, peristiwa menipu ini didalangi oleh galaksi internasional organisasi-organisasi esoterik dan sosok-sosok yang telah bekerja dengan PBB, dan yang memiliki kepercayaan spiritual, yang afiliasi dan aspirasinya secara keseluruhan selaras dengan Spiritualitas Baru. Acara-acara PBB sebenarnya adalah the brain-child empat okultis terkemuka ‘envisionists’ global. Pertama, John Randolph Price, pengarang dari banyak buku neo-gnostic Superbeings dan The Planetary Commission. Dia adalah pendiri ‘Quartus Foundation for Spiritual Research’, sebuah organisasi yang berbasis di Texas yang didedikasikan untuk melaksanakan “penelitian dan komunikasi mengenai divinity of man,” dan yang menyatakan tujuan adalah:

“Untuk secara berlanjut mendokumentasikan kebenaran bahwa manusia adalah makhluk spiritual yang memiliki semua kekuatan dunia spiritual...bahwa manusia adalah sungguh God individualised, dan bahwa seorang manusia menyadari identitas sejatinya, dia menjadi seorang dalang dengan kekuasaan materi dunia.”

Tokoh lain yang terlibat dalam konsepsi dari Hari-hari Meditasi PBB ini adalah Barbara Marx Hubbard, yang memiliki 1983 book Revelation: Buku dari Co-creation yang disebut Hundredth-Monkey- style “planetary pentecost yang akan mengubah keadaan dunia kesadaran.” Kemudian ada David Gershon, dan New York, yang ‘membayangkan’ First Earth Run sebagai ekspresi kerjasama universal; dan dari Moskow Joseph Goldin yang di tahun 1985, mengangankan suatu pesta Malam Tahun baru global diselenggarakan di Moskow pada 31 Desember 1986, dengan keterkaitan satelit di seluruh dunia.

Setidaknya dua dari tokoh-tokoh ini secara terbuka menganjurkan komunikasi fisik dengan ruh: Barbara Marx Hubbard dan John Randolph Price. Di antara banyak penyokong dan sponsor dari acara-acara ini adalah Dalai Lama, James Callaghan, Yehudi Menuhin, Richard Leakey, Terry Waite, Dr. Linus Pauling, Mother Teresa, Dr. Robert Muller, composer Philip Glass, comedian Dudley Moore, actor Ben Kingsley (star of the film Gandhi), Paul McCartney, pabrikan kertas Bowater Scott, Universitas Spiritual Dunia Brahma Kumaris, the Human Unity Institute, Planetary Citizens, the Gandhi Foundation, UNA dan Oxfam.

Hubungan antara para pejabat kelas tinggi ini dan gerakan jaman baru adalah refleksi sederhana dari keterlibatan terbuka PBB dengan agama. Terutama sejak dekade terakhir PBB telah secara agresif mempromosikan suatu ajaran ‘satu agama’ yang melemahkan aliran sinkretik. Hal ini akan menjadi yang paling terlibat selama acara-acara yang disiapkan oleh PBB bagi kedatangan Millennium baru.

PBB dan Acara-acara Milenium Esoteriknya

PBB mempersiapkan kalender yang berani dari acara-acara esoterik untuk merayakan milenium baru, tidak lagi menyembunyikan maksud untuk menciptakan atau mempersiapkan penciptaan negara dunia dengan suatu agama dunia esoterik: mimpi masonik dari ‘la republique universelle’ telah menemukan perwujudan dalam agenda PBB. Berikut ini adalah acara-acara nya yang paling penting:

Parliament of World Religions (parlemen agama-agama dunia) (1-10/12/99)

Kepemimpinan The United Religion Initiative dari berbagai negara yang menyelenggarakan workshop di Parliament of the World’s Religions di Cape Town, Afrika Selatan. The Parliament of World Religions menjadwalkan pertemuan tingkat tinggi Millennium World Peace 28 - 31 Agustus 2000. Acara ini diorganisir oleh PBB dan menyatukan 1000 pemimpin spiritual dan agama dunia untuk memberikan justifikasi teologis kepada agenda PBB, Millennium Heads of State Summit beberapa hari setelahnya. Sekjen PBB Kofi Annan memberikan kata sambutan pada pertemuan tingkat tingggi agama itu.

“Sebuah ‘pertemuan tingkat tinggi spiritual’ menyatukan 1000 pemimpin spiritual dan agama dunia diorganisir oleh PBB Agustus berikutnya — kumpulan semacam itu diselenggarakan pada sejarah 54 tahun PBB. The Millennium World Peace Summit, sebagaimana diketahui kumpulan tersebut, akan berlangsung dari 28 sampai 31 Agustus, beberapa hari sebelum para pemimpin politik dunia berkumpul untuk acara Millennium Heads of State Summit PBB.”

“Mimpi kami adalah untuk memperoleh para pemimpin terbaik agama bagi PBB sehingga mereka dapat mendukung proses kedamaian, sesuai dengan badan politik di sana,” jelas Bawa Jain, koordinator eksekutif World Peace Summit. “Saya pasti merasa bahwa komunitas spiritual dan religius dapat memainkan peranan besar dalam mengurangi ketegangan di zona konflik dunia,” dia menambahkan. “Akhirnya, pertama kalinya penasehat spiritual dan dewan senior agama ini akan didirikan sebagai sumber daya bagi sekjen PBB, dan para anggotanya dapat ‘diterjunkan’ ke titik-titik masalah.”

Koran Washington Times menulis:

“Kamis. 2 Desember 1999 — The Parliament of the World’s Religions memulai kumpulan delapan hari kemarin di Cape Town, Afrika Selatan, AFP melaporkan. Para peserta secara virtual mewakili setiap tradisi dan agama yang ada di muka bumi. Badan tersebut telah menarik anggota-anggota dari agama Afrika tradisional, Bahais, Budhis, Kristen, Konfusian, Jains, Yahudi, Mormon, Muslim Indian Amerika, Sikh, Tao, Unitarian dan Zoroastrian dari setidaknya 70 negara. Sidang pleno ditertibkan oleh drumer dari kelompok Shinji Shumeimkai Taiko berbasis di Jepang memukuli drum Taiko berukuran gajah dengan pentung kayu berukuran besar. Muslim Radikal di jantung kota, dalam protes, menggelar poster yang berbunyi “Go to hell Parliament of World Religions.”

Perayaan ekumenikal Bethlehem 2000 (Opening: 4.12.99)
Yang berikut ini adalah kutipan pendek dari Ecumenical News International, Geneva, 6.12.99:

“Dalam tampilan sejarah unitas (kesatuan), kepala dari 13 gereja tradisional di Yerusalem berkumpul bersama di Manger Square Bethlehem di akhir pekan untuk berdoa untuk Natal yang penuh kegembiraan dan meluncurkan perayaan milenium bagi perayaan ke-2000 Kristen. Pada patriark peluncuran resmi, uskup agung dan kepala gereja lain dan para pejabat resmi dari Tanah Suci bergabung dengan perwakilan gereja — Katolik, Protestan dan Ortodok — dari seluruh dunia dan dengan ribuan peziarah. Warga Palestina, beberapa dari mereka mengenakan kostum biblikal, menari di belakang marking band dalam bayangan gereja Church of the Nativity, yang dibangun di atas tempat di mana Yesus dipercaya lahir di situ.

Tapi salah satu dari peserta utama, Paus John Paul II’s Utusan ke Tanah Suci, Uskup Agung Pietro Sambi, berujar kepada ENI permulaan milenium baru adalah momen tepat bagi Kristen dan Islam untuk menunjukkan respek yang lebih besar satu sama lain. “Bethlehem telah secara total direnovasi untuk tahun 2000 dan pekerjaan itu telah dilakukan oleh Kristen dan Muslim Bersama,” dia berkata. “Pesan di permulaan milenium baru adalah bahwa kita harus memulihkan kapasitas ini — Muslims agar bersukacita ketika Kristen bersukacita, dan Kristen agar mampu bersukacita dengan Muslim ketika Muslim bersukacita.”

Bethlehem, sebuah daerah yang dikendalikan Palestina di Tepi Barat sekitar sepuluh menit’ berkendara dari Jerusalem, telah menjalani bedah kecantikan senilai 180 juta USD yang dibiayai oleh sumbangan asing dan dana swasta. Dua juta turis diharapkan mengunjungi Bethlehem untuk perayaan ke-2000 kelahiran Kristus. Pemimpin Palestina, Yasser Arafat, menandai puncak perayaan dengan menyalakan lampu pohon natal raksasa untuk meluncurkan tahun aktifitas yang diharapkan akan memperkuat pariwisata dan meningkatkan ekonomi lokal.”

Kelahiran ‘United Religions’ (kesatuan agama) (31.12.99 - 2.1.00)

Tahun 2000 dideklarasikan sebagai tahun kesatuan agama, dalam kiasan yang sempurna dari apa yang PBB maksud. Hal ini menandai ujung dari proses yang dimulai jauh sebelum ini. Proses itu berevolusi dalam tiga tahap: - Juni 1998 - Juni 1999: Charter Circulation. Orang di seluruh dunia merenung dan hidup dengan Draft Charter dan menawarkan umpan balik.
- 31 Desember 1999 - 2 Januari 2000: 72 jam membuat kedamaian. Orang dalam komunitas-komunitas di setiap tempat mempraktekkan kerjasama dan membuat kedamaian sebagai tanda harapan bagi milenium baru.
- Juni 2000: Walking Pilgrimages; Penandatanganan piagam United Religion: Orang-orang dari semua lapisan masyarakat dan dari semua tradisi keyakinan berjalan dalam ziarah dan menandatangani Piagam, yang melahirkan United Religions.

World Sabbath of Religious Reconciliation (22.1.00)

“Hari suci antar kepercayaan akan diluncurkan pada 22 Januari 2000, the World Sabbath of Religious Reconciliation memiliki dua tujuan: untuk menciptakan hari suci pertama untuk dibagi dengan semua agama dunia, dan untuk mengajari pemimpin agama bagaimana untuk menentang secara terbuka kampanye kebencian dan perang agama... yakni menciptakan hari suci yang...yang pada akhirnya akan dipeluk oleh semua etnik dan kelompok agama di atas bumi ini... Proyek World Sabbath telah disokong oleh the Episcopal Diocese dari Michigan, sebuah sinagok (Temple Israel of Ann Arbor), the Detroit Muslim Center, oleh Inisiatif Penyatuan Agama-agama (United Religions Initiative, the Parliament of the World’s Religions dan the National Council for Community and Justice (dulu dikenal sebagai Konferensi Nasional Kristen dan Yahudi).”

Day of Request for Forgiveness (hari permintaan pengampunan)

“Sesuatu yang luar biasa direncanakan untuk 8 Maret: hari “Permintaan Pengampunan”, dibentuk oleh Gereja Katolik sebagai bagian dari perayaan milenium. John Paul II berjanji bahwa Gereja Katolik Roma akan mengubah “halaman baru sejarah” di tahun 2000 dengan meminta ampun untuk segala kesalahan, ketidakadilan dan pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan di masa lalu. Kerumunan terbesar [di Yerusalem] diharapkan di bulan Maret, ketika Paus John Paul akan tiba di Bethlehem sebagai bagian dari sebuah kunjungan ke Tanah Suci. Kunjungannya adalah untuk menyertakan Yerusalem dan Nazareth, dua tempat lain yang paling dekat diasosiasikan dengan hidup Yesus.”

Acara luar biasa ini dari organisasi agama yang membuat kata ‘penyelidikan’ melambangkan keganjilan manusia mungkin bisa berarti akhir dari gereja ini. Sepasukan predator secara seremonial sedang menunggu potongan-potongannya. “...Gereja Katolik Roma perlu melakukan lebih dari sekedar meminta ampun atas kesalahan dan ketidakadilan yang dilakukan di masa lalu,” — menurut peraih Nobel Perdamaian Rigoberta Menchu. Dia berkata bahwa “meminta ampunan hendaknya tidak menjadi tujuan akhir, tetapi [lebih kepada] kompensasi bagi kerusakan yang ditimbulkan.” Satu cara bagi gereja katolik untuk menyediakan kompensasi, dia berkata, akan untuk itu menggunakan sumber daya “spiritual dan material” nya untuk menciptakan sekolah dan universitas yang dipimpin tidak oleh gereja tetapi oleh komunitas-komunitas. Hal ini barulah permulaan.

Global Citizenship 2000 passport expires (3.4.00)

“Untuk memastikan bahwa peserta akan menerima panggilan ini untuk kewarganegaraan global yang serius, paspor global yang khusus diterbitkan di [Global Citizenship Youth] Kongres [04-06 April 1997:] ... paspor ini melambangkan kesetiaan peserta untuk Planet Bumi. Muncul dalam paspor dan program konferensi adalah sebuah puisi khusus yang ditulis oleh Robert Muller berjudul 'Memutuskan untuk menjadi Warga Negara global.' ... Puisi ini menangkap tema kongres.”

United Religions Charter Signed (26.6.00) Episode terakhir dalam penciptaan fantastik dari Penyatuan Agama adalah 26 September yaitu penandatanganan Piagam Penyatuan Agama (United Religions Charter).

UN Millennium Assembly (majelis milenium PBB) (5.6.00)

Peralihan abad adalah unik dan secara simbolik menjadi saat menarik bagi 188 negara anggota PBB mengartikulasikan dan menegaskan visi menjiwai untuk Organisasi di era baru. Dalam resolusi 53/202 yang diadopsi pada 17 Desember 1998, Majelis Umum memutuskan untuk menetapkan sesi 55 nya ‘Majelis Milinium PBB’, untuk buka di Markas PBB di New York di sore hari 5 September 2000. Millennium Summit (pertemuan puncak milenium) (6.6.00)

Pertemuan puncak yang dibuka di markas PBB di New York pada 6 September 2000 merupakan pertemuan terbesar yang pernah ada dari Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Pertemuan puncak itu adalah kesempatan bersejarah bagi 188 negara anggota dari Organisasi tersebut untuk menghadapi tantangan yang menghadang PBB di abad ke-21.

Olimpiade di Sydney, Australia (Opening: 15.6.00)

Kesempatan lain untuk Komite Olimpiade Internasional yang dipimpin oleh ‘eternal’ Samaranch untuk mendemonstrasikan bahwa olah raga hanya dalih untuk menyatakan dogma politik ‘satu dunia’ yang diam-diam. Upacara pembukaannya menjelaskan itu semua.

* * * * *

Semua acara-acara ini mendemonstrasikan bahwa PBB memiliki keterlibatan definitif dalam penciptaan sebuah agama dunia. Apa yang dapat kita ramalkan dengan pasti adalah bahwa agama dunia akan menyucikan kapitalisme.

Pemenuhan gerakan ini tidak lain adalah penciptaan sebuah Agama Dunia Baru (New World Religion). Mereka serius dengan hal itu.

PBB dan hak asasi manusia

PBB yang mengikuti piagamnya sendiri secara senyap mengembangkan ideal sebuah masyarakat dunia menjadi sebuah pemerintahan dunia. Doktrin kunci dari piagam ini adalah Deklarasi Hak Asasi Manusia yang mengatur ide persaudaraan umat manusia dan kesatuan esensial dari semua agama. Pengaturan hukum ini mengklaim menjadi sebuah otoritas yang lebih tinggi di atas Hukum Ilahi, dan hal ini tidaklah dapat diterima. Islam tidak lah sesuai dengan Deklarasi Hak Asasi Manusia, karena tidak bisa hukum buatan manusia membatalkan Hukum Allah. Harus ditunjukkan bahwa, atas nama kedamaian dan tatanan dunia, di bawah pengawasan hati-hati dari PBB dan Deklarasi Hak Asasi Manusia nya, lebih dari 50 perang dideklarasikan antara tahun 1990 dan 1995 yang berakibat pada kematian 5,5 juta orang.

Yang menarik bagi kita adalah sosok Thomas Paine, pengarang The Rights of Man dan peserta dalam penulisan Declaration of American Independence. Dia menekankan bahwa hak-hak dalam kedua hal di atas tersebut adalah di atas semua agama, yang diterjemahkan sama di bawah hukum superior. Thomas Paine, yang memandang semua agama sebagai sama — maksudnya sama palsu, artinya — adalah seorang bapak dari hak asasi manusia yang tidak boleh dipertanyakan yang hari ini membentuk jantung dari hubungan internasional dan PBB. Tetapi Thomas Paine menganggap dirinya seorang beriman. Dalam kata-katanya sendiri:

“Saya percaya kepada satu Tuhan, dan tidak lebih; dan saya mengharapkan kebahagiaan di luar kehidupan ini. Saya percaya kepada persamaan manusia; dan saya percaya bahwa tugas agama adalah menegakkan keadilan, mencintai dengan kasih sayang, dan berusaha untuk membuat sesama makhluk bahagia. Tapi, jangan sampai harus diduga bahwa saya percaya pada banyak hal lain di samping ini, Saya akan, dalam kemajuan pekerjaan ini, menyatakan hal yang saya tidak percaya, dan alasan saya untuk tidak percaya itu. Saya tidak percaya pada kredo yang dianut oleh gereja Yahudi, oleh gereja Roma, oleh gereja Yunani, oleh gereja Turki, oleh gereja Protestan, maupun oleh gereja yang saya tahu. Pikiran saya adalah gereja saya sendiri. Semua institusi nasional gereja, apakah Yahudi, Kristen atau Turki, tampak bagi saya tidak lebih dari penemuan manusia, dibangun untuk menakut-nakuti dan memperbudak umat manusia, dan memonopoli kekuatan dan keuntungan. Saya tidak bermaksud dengan deklarasi ini untuk mengutuk mereka yang percaya sebaliknya; mereka memiliki keyakinan yang sama sebagaimana yang saya miliki. Tetapi perlu bagi kebahagiaan manusia, bahwa seseorang secara mental setia kepada diri sendiri. Ketidaksetiaan tidak menjadi bagian dari keyakinan, atau dalam kekafiran; itu terdiri dari mengaku percaya apa yang ia tidak percaya.”

Hak kebahagiaan manusia (yang dimasukkan ke dalam Declaration of Independence), bahwa secara mental orang itu setia kepada dirinya sendiri, menghapus ide bahwa satu agama berada di atas agama lainnya. Karenanya merupakan suatu celaan yang terang-terangan terhadap Islam. Tetapi Paine memandang dirinya sebagai orang yang beriman kepada Tuhan, sebagaimana perennialis juga lakukan, dan bahkan dia memberi nama agamanya: deisme.

Paine menulis:

“Semua agama adalah palsu kecuali Deisme.”

Penting untuk hal berikut bahwa dia juga (seperti Guénon) mencoba memberi pengesahan kepada masonry sebagai jalan spiritual. Dia melihat freemasonry sebagai pewaris agama Druids:

“Masonry (sebagaimana akan saya tunjukkan dari adat istiadat, perayaan, hieroglifik, dan kronologi Masonry) adalah berasal dan merupakan sisa dari agama Druid kuno.”