Agama Nabi Ibrahim

Ini adalah topik yang lain dari semangat ekumenis yang sama. Doktrin Ibrahim terutama didukung oleh Vatikan yang telah menyatakan pada beberapa kesempatan perlunya dialog dengan agama monoteistik lainnya yamg berasal dari Nabi Ibrahim, daripada membawa semua orang - termasuk agnostik dan 'gerakan spiritual baru '- ke meja global yang sama.

“Dalam dialog ini orang-orang Yahudi dan Muslim harus memiliki tempat unggulan. Tuhan menganugerahi itu sebagai penegasan maksud ini.”

Para penggemar dari gerakan ini adalah bagian dari dialog dan gerakan 'perbandingan agama' . Pada tahun 1989, salah satu contoh terbaik dari dialog disediakan oleh Muslim-Christian Research Group, yang menerbitkan beberapa laporan dari diskusi di Tantangan Kitab Suci - Injil dan Qur'an.

The International Abrahamic Youth Forum kemudian dibuat sebagai proyek percontohan diluncurkan oleh tim relawan dari semua perspektif agama dan politik dalam Islam, Yudaisme dan kekristenan. Panitia merencanakan serangkaian forum dimaksudkan untuk mengidentifikasi individu dan organisasi, dan untuk merangsang pembentukan jaringan di antara mereka yang melibatkan dialog antara tiga agama.

Siapa yang mendukung ‘Dialog Ibrahim’? Sekali lagi kita menemukan sufi esoterik semacam Sheikh Kuftaro bersama modernis seperti Dr. Khurshid Ahmad (dari Jamaat al-Islamiyah nya Maududi) berada di tempat yang sama. Kristen, semacam Archbishop of Canterbury George Carey dan Dr. Hans K√ľng dari Germany; dan yahudi, semacam Kepala Rabi Inggris, Dr. Jonathan Sacks, dan mantan kepala rabi Irlandia, Dr. David Rosen, juga mendukungnya.

Vatikan telah menunjukkan kecenderungan tertentu kepada konsep ini, mungkin sebagai cara untuk mengecualikan diri dari kelompok-kelompok dialog palsu penganut kepercayaan baha'i. Mereka mengorganisir konferensi antar kepercayaan di tahun 1986 di Assisi (Italia). Anggota Dalai Lama, dari Lucis Trust, penganut zoroaster dan lain-lain, ikut berpartisipasi. Shaykh Ahmad Kuftaro juga hadir.