Hari Bumi Dunia

Ajang lain semacam itu adalah Hari Bumi, yang disponsori oleh PBB melalui UNESCO dan didukung oleh Rabitah Saudi Arabia. Pada bulan November 1969, John McConnell mempersembahkan konsep Hari Bumi di konferensi nasional UNESCO berjudul ‘Manusia dan Lingkungannya | Man and His Environment’. John McConnell menghubungi Sekjen PBB, U Thant di akhir tahun 1970 dan memperoleh dukungan untuk menjadikan Hari Bumi sebagai hari libur global, untuk dirayakan setiap tahun di bulan Maret, pada saat matahari lewat Khatulistiwa, yaitu hari pertama musim semi di Belahan Bumi Utara.

Pada saat membunyikan Lonceng Kedamaian | Peace Bell pada perayaan Hari Bumi 21 Maret 1971 U Thant, Sekjen PBB, menyeru orang-orang dari semua kepercayaan dan budaya untuk mengamati beberapa peristiwa dalam keheningan, untuk mempertimbangkan peran mereka dalam memelihara Bumi dan komitmen mereka sebagai bentuk kepedulian. Setelah membunyikan Lonceng, dia berkata, “Aspirasi abadi umat manusia adalah berbuat kebaikan ketimbang kejahatan, bagi kedamaian, ketimbang perang, telah mencapai dimensi berskala dunia selama abad ini. Selama itu akhirnya Hari Bumi, adalah bagian dari patriotisme dunia dan juga patriotisme keluarga, telah terjadi. Semoga hanya ada Hari Bumi yang penuh kedamaian dan riang gembira yang tiba ke hadirat Bumi kita yang cantik sebagaimana langgengnya bumi yang terus berputar dan mengelilingi ruang dingin dengan kehangatannya dan harus dijaga seperti barang pecah belah yang menjadi tempat bergantung makhluk yang hidup. ”

Setiap tahun seremoni Hari Buminya PBB ini berlanjut untuk diobservasi pada hari terjadinya matahari melewati Khatulistiwa pada bulan Maret (tanggal ke-20 atau ke-21), dengan membunyikan Lonceng Kedamaian nya PBB . Pada tahun 1987 kehormatan untuk membunyikan Lonceng diberikan kepada Shaykh Ali Mukhtar, mewakili Liga Muslim Dunia | Muslim World League. Muslim membunyikan Lonceng dengan rasa persaudaraan dengan dibantu oleh seorang presbiterian, Chester Morris, dari Misi Amerika bagi PBB | United States Mission to the United Nations, dan seorang atheis, Valentine Karymov, dari Misi Uni Soviet bagi PBB | USSR Mission to the United Nations.

Dalam sebuah dokumen berjudul ‘Visi seorang Wakil Bumi | An Earth Trustee Vision’, bagian dari Proklamasi Hari Bumi di tahun 1971, dikatakan:

“Peranan yang merupakan hak agama dalam masyarakat adalah esensial: (1) Penekanan baru harus diberikan kepada fakta bahwa hampir semua agama mengajarkan kekuatan cinta dan pentingnya Golden Rule. (2) Harus ada toleransi di antara orang-orang dengan kepercayaan berbeda mengenai misteri hidup yang tidak terbatas — siapa atau apa itu Tuhan, kehidupan setelah mati, realitas dimensi lain (pertanyaan-pertanyaan yang mana pikiran jujur dapat bedakan).” Pengangkatan tema Krisis Lingkungan adalah peletakan batu pertama Tatanan Dunia Baru