Kuil Pemahaman

Sebelum Parlemen tahun 1993 ada ‘Kuil’. Kuil Pemahaman, bertempat di Cathedral of St. John the Divine, yang didirikan di tahun 1960 oleh Juliet Hollister dan kelompok bergengsi ‘Founding Friends’ yang menyertakan: H.H. the XIV Dalai Lama, Jawaharlal Nehru, H.H. Paus John XXIII, Eleanor Roosevelt, Anwar el-Sadat, Dr. Albert Schweitzer, Sekjen PBB U Thant, dan yang lainnya. Kuil tersebut membangun serangkaian ‘Konferensi Tingkat Tinggi Spiritual’ yang berlangsung di berbagai kota di dunia. Kuil Tersebut juga berkumpul dalam sebuah konferensi di Gunung Sinai pada bulan Oktober 1984 untuk “memperbincangkan konsensus antar-agama,” di mana Dr. Robert Muller diminta untuk membuat draft ‘Deklarasi Penyatuan Agama-agama Dunia’ di tahun 1988, kuil tersebut mendirikan Forum Global Spiritual dan Pemimpin Parlemen untuk Kelangsungan Manusia, peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya disponsori bareng dengan komite global PBB untuk Pengembangan Parlementarian dan Populasi. Forum tersebut bertemu di Oxford, England di tahun 1988, kemudian lagi di Moskow tahun 1990. Kuil tersebut juga alat mendirikan North American Interfaith Network yang mengadakan konferensi internasional di Wichita pada tahun 1987 dan di Seattle tahun 1990.

Komite Global PBB untuk Parlementarian Populasi dan Pengembangan didirikan di tahun 1982 dengan dukungan dana dari dana populasi PBB, dan dana istimewa yang dipercayakan yang didirikan oleh Program Pengembangan PBB “untuk menyediakan informasi mengenai isu kelangsungan global parlementarian, pemimpin spiritual dan media, dan untuk membiayai jaringan pertemuan di tingkat nasional, regional dan global .” Adalah signifikan bahwa duabelas pribadi yang terdaftar di Badan Direktur Penasihat dari Kuil Pemahaman tersebut juga terdaftar sebagai anggota Dewan Forum Global, termasuk Very Reverend James Parks Morton yang merupakan Dekan Katedral dari St. John the Divine, Presiden Kuil Pemahaman, yang juga duduk di Dewan Forum Global. Pembicara yang tampil di Forum tahun 1988 di Oxford, Inggris adalah James Lovelock, penulis The Ages of Gaia. Dia berkata kepada audiens: “Di Bumi, dia [Gaia] adalah sumber kehidupan kekal dan hidup sekarang; ia melahirkan manusia dan kita adalah bagian dari dirinya.” Hipotesis Gaia-nya Lovelock pertama kali muncul di tahun 1979 dan berevolusi menjadi Gaia: Sebuah Pandangan Baru atas Hidup di Bumi. Gaia dan Isu Lingkungan telah digunakan sejak saat itu untuk keperluan yang lebih tinggi yang melibatkan PBB.

Forum tahun 1990 di Moskow menampilkan Mikhail Gorbachev dan kemudian Sekjen PBB Javier Perez de Cuellar. The Supreme Soviet dan Yayasan Internasional untuk Kelangsungan dan Pengembangan Kemanusiaan mensponsorinya, bersamaan dengan Kuil Pemahaman dan Komite Global PBB mengenai Pengembangan dan Populari Parlementarian. Gorbachev berkata “Perestroika telah merubah pandangan ekologi kita; hanya lewat usaha internasional kita dapat mencegah tragedi.” Dia menyeru setiap bangsa untuk menghasilkan laporan lingkungan negara pada Konferensi PBB mengenai Pengembangan dan Lingkungan di Rio de Janeiro. Dia mengulangi panggilan awal bagi ‘palang hijau’ PBB, gugus tugas darurat internasional yang bisa bergegas ke tempat bencana ekologis. Transportasi diberikan kepada peserta yang diundang secara gratis oleh Aeroflot, dan biaya-biaya lokal dibayari oleh negara yang didatangi. Dorongan utama dari Forum adalah untuk mengeksplorasi peran media berita bisa bermain dalam mempromosikan kelangsungan hidup global, “dan terutama pengembangan yang berkelanjutan.” Lebih dari 50 jurnalis internasional, 20 pemimpin bisnis internasional, ilmuwan, termasuk almarhum ahli perbintangan Carl Sagan, dan pemimpin terpilih seni dan komunitas budaya diundang untuk bergabung dengan 700 pemimpin parlementer dan spiritual.

Siapa pimpinan Forum dan ‘wakil’ dari Muslim? Shaykh Ahmad Kuftaro, Mufti Besar Syria. Dan siapa lagi? Sekjen Rabitah. Siapa para penandatangannya? “para kepala badan agama nasional dan internasional, termasuk sekertaris umum World Muslim League dan World Council of Churches, dan Wakil Presiden World Jewish Congress, Metropolitan Pitirim dari Uni Soviet, Mufi Besar Syria dan Yugoslavia, Ketua Uskup semua gereja kristen Cina, dan dari keuskupan, lutheran, methodist dan mennonite gereja-gereja di Amerika Serikat; cardinals, lamas, archbishops, kepala para rabi, patriark, mullah dan uskup dari yurisdiksi di kota-kota besar dunia; para profesor teologi, para presiden seminar, para dekan katedral, dan para kepala penata agama di seluruh dunia; para pemimpin agama adat dari lima benua.”

Lima bulan setelah forum Moskow, konferensi serupa diselenggarakan di Washington, D.C., disponsori oleh North American Conference on Religion and Ecology (NACRE), digambarkan dalam literatur konferensi sebagai “Organisasi antar-kepercayaan yang dirancang untuk membantu komunitas agama Amerika Utara memasuki gerakan lingkungan di tahun 1990-an.” Program tersebut menghadirkan HRH Prince Philip, Duke of Edinburgh dan Presiden World Wide Fund for Nature, Russell Train, Kepala WWF-US, Carl Sagan, Cornell University, Jessica Mathews, Direktur Global Issues of the National Security Council dan anggota dewan editorial The Washington Post, Lester Brown, Presiden of Worldwatch Institute; dan Brian Swimme, pengarang bersama dengan Thomas Berry dari The Universe Story.

Di tahun 1995 PBB meminta Kuil Pemahaman untuk menyelenggarakan perayaan ke-50 pendiriannya dan untuk mengorganisir jasa-jasa antar-kepercayaan. Dihadiri oleh ratusan orang di Cathedral of St. John the Divine, Kuil mengundang para pemimpin agama-agama dunia untuk menawarkan doa-doa dan mengundang artis terkemuka dunia untuk memberi persembahan musik, puisi dan tarian untuk memperingati peristiwa ini. Ini adalah layanan antar-kepercayaan pertama yang membuka pertemuan setingkat KTT PBB. Pada September 1997 dan 1998 Kuil Pemahaman dengan Pusat Antar Kepercayaan New York, (organisasi antar-kepercayaan milik James Parks Morton), memberikan jasa doa antar kepercayaan di Gereja St. Bartholomew untuk pekerjaan Majelis Umum dan Sekretaris Jenderal PBB.